Bagaimana agar Staf bisa Berkomunikasi dengan Manajer

komunikasi staff dengan manajer

Bagaimanapun, dalam kehidupan sosial di tempat kerja. Staff menginginkan pola komunikasi yang baik dengan manajernya. Tentunya, dalam hal ini Manajer juga harus lebih peka dan tidak bersikap cuek dengan keinginan para staff. Berikut ini adalah 9 cara bagaimana agar para staff bisa berkomunikasi dengan manajernya. Yuk kita simak:

1. Beritahu orang lain bahwa anda ingin umpan balik
Rahasia umpan balik yang baik adalah untuk mencoba melihat masalah dari sudut pandang orang lain. Umpan balik memberikan informasi kepada manajer untuk mengambil keputusan secara tepat. Ini bertindak seperti sistem peringatan dini mengenai masalah potensial dan keluhan. Masuklah ke daerah staf dan jelaskan bahwa anda memerlukan dan menyambut baik umpan balik.

2. Beritahu staf apa yang ingin anda dengarkan
Jika orang segan memberi respons terhadap tawaran terbuka anda untuk berbicara, anda harus mengidentifikasi informasi apa saja yang diperlukan dan menanyakan hal ini secara spesifik. Anda akan temui bahwa anda mendapat informasi yang spesifik.

3. Sediakan waktu tetap untuk umpan balik
Briefing tim yang telah disebutkan harus diadakan secara tetap dan sering. Beberapa organisasi menyediakan waktu tertentu ketika manajer senior bersedia untuk menerima telpon dari pegawai mengenai topik apapun.

4. Gunakan kegiatan informal untuk mendapat umpan balik
Konperensi minum kopi di pagi hari, santap pagi bersama staf dan santap malam dapat merangsang komunikasi di dalam tim organisasi.

5. Perhatikan umpan balik non-verbal
Kebanyakan orang belajar memberi jawaban lisan yang menurut mereka dapat diterima orang lain. Respons nonverbal —pandangan berarti, berdiam diri secara canggung, tidak adanya kontak mata— mungkin menyampaikan pesan yang lebih akurat.

6. Kembangkan pengertian melalui pertanyaan
Ketika masalah tertentu perlu klarifikasi, tanyakanlah hal-hal seperti “Apa maksud anda?”, “Inikah maksud anda?”, “Mengapa anda mengatakan begitu?”, “Dapatkah anda memberi contoh?”, “Persisnya, bagaimana hal itu terjadi?” Dan sebagainya.

7. Doronglah umpan balik dengan metode langsung
Gunakan pembukaan seperti “Beritahu saya lebih banyak mengenai…”, “Apa pendapat anda mengenai….” Dan teruskan dengan pernyataan seperti “Menurut pengertian saya, ini yang anda katakan…” Dengan cara ini anda dapat memperjelas masalah-masalah penting.

8. Adakan wawancara berhenti bekerja yang konfidensial
Wawancara berhenti bekerja untuk menemukan alasan sebenarnya mengapa mengundurkan diri atau mengambil pekerjaan lain dapat diadakan untuk mengungkapkan kekurangan organisasi. Wawancara berhenti bekerja dengan staf yang akan pensiun penting pula. Namun hati-hati – wawancara ini dapat mengungkapkan lebih banyak keluhan pribadi daripada masalah yang benar.

9. Hargai umpan balik untuk mendorong lebih banyak umpan balik
Salah satu motivator paling kuat adalah penghargaan dan pengakuan. Jangan lupa berterima kasih atas umpan balik orang dan mengatakan betapa berguna umpan balik itu. Bila anda mengambil suatu tindakan sebagai akibat adanya umpan balik, beritahu orang mengenai hal itu.

Demikianlah 9 cara bagaimana agar para staff bisa berkomunikasi dengan manajernya. Semoga bermanfaat.

Sumber: Manage by The Moment, A Handbook for Radio Managers oleh Keith Jackson dan Phil Charley dan Tom Hagan

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>