Bagaimana Cara Menjadi Penyiar Radio Professional

penyiar radio profesional

Penyiar atau radio announcer merupakan garda terdepan dalam sebuah stasiun radio. Memang semua kru atau divisi dalam sebuah perusahaan radio merupakan satu kesatuan yang sangat penting dan saling mendukung dalam menciptakan kesuksesan. Namun, dalam hal kedekatan dengan pendengar maka penyiar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan berbagai macam program acara yang disiarkan dalam stasiun radio tersebut.

Kita ingat bagaimana dulu, posisi penyiar tidak kalah hebatnya dengan para artis. Saat radio masih banyak didengar dan menjadi media informasi dan hiburan yang masih banyak digunakan oleh sebagian masyarakat kita. Ya, penyiar memiliki kekuatan yang bisa menghipnotis pendengarnya dan membiarkan pendengar tenggelam dalam keasyikan mendengarkan satu program radio dari awal sampai akhir, dan ketika banyak masyarakat yang sudah nyaman dan suka dengan sebuah stasiun radio karena efek penyiar yang begitu hebat maka sudah bisa dipastikan stasiun radio tersebut akan menjadi sebuah stasiun radio favorit yang tentu saja efek positifnya akan berimbas pada pesatnya kemajuan perkembangan stasiun radio tersebut.

Nah, lalu bagaimana dengan sekarang? dengan begitu ketatnya persaingan dalam dunia media dan broadcasting. Sepertinya setiap orang bisa menjadi artis dan cepat terkenal. Dan tidak hanya bermodalkan suara indah nan merdu layaknya seorang penyiar radio, seorang yang cuma joget-joget gak jelas dan hanya pintar lip syinc aja sekarang udah bisa jadi artis yang viral tidak hanya di dunia maya tapi diwawancarai di berbagai media bahkan di angkat ke media televisi. Mantap!

Jika kita mau memperhatikan kondisi penyiaran radio sekarang. Walau penyiar masih tetap dikatakan sebagai pintu gerbang antara stasiun radio tersebut dengan para pendengarnya. Namun, antusiasme pendengar tidaklah sefantastis di jaman dulu. Jadi di jaman sekarang ini, penyiar tidak hanya dituntut memiliki suara indah nan merdu, tapi butuh kreatifitas tingkat tinggi untuk bisa mendongkrak rating setiap program acara, menghipnotis pendengar untuk bisa berlama-lama dan tidak berpindah frekuensi dan menciptakan satu format dan gaya siaran yang disukai oleh para pendengar.

Tipikal pendengar saat ini berbeda dengan jaman dulu. Mungkin dulu, orang sangat suka jika berlama-lama mendengarkan suara penyiar yang khas dari awal sampai akhir acara. Tapi sekarang, orang lebih suka jika penyiar sedikit bicara dan segera memutarkan lagu yang ia suka! Ini jika untuk radio umum yang memang sajian utamanya lagu dan musik. Mungkin akan sedikit berbeda dengan tipikal pendengar radio khusus news atau sajian informasi yang mungkin akan lebih memporsir kepiawaian sang penyiar dalam menyampaikan berita, mengupas informasi, berinteraktif dengan pendengar atau talkshow dengan narasumber.

Melihat begitu ketatnya persaingan dunia radio saat ini, penyiar dituntut untuk bisa seprofesional mungkin dan memiliki attitude yang baik. Tentunya dengan sikap yang professional seorang penyiar radio insya Allah akan bisa cepat mencapai kesuksesan.

Diantara cara untuk menjadi penyiar yang professional adalah:

1. Meningkatkan kedisiplinan

Kedisiplinan dalam segala hal sangat dibutuhkan oleh seorang penyiar. Misalkan disiplin dalam masalah waktu. Seorang penyiar tidak boleh telat dan haruslah tepat waktu ketika membawakan sebuah program acara. Jika penyiar selalu terlambat dalam menyiarkan program acara maka hal tersebut akan memberikan citra negatif, tidak hanya untuk penyiar itu sendiri tapi juga untuk stasiun radionya yang tentunya nanti akan berimbas menurunnya jumlah pendengar dan antusiasme mereka terhadap program-program acara di stasiun radio tersebut.

2. Semangat belajar dan menambah wawasan

Tugas penyiar tidak hanya sekedar ngomong dan cuap-cuap yang tidak bermakna. Di zaman ini penyiar haruslah bisa melakukan pemilihan kata-kata yang akan disampaikan kepada pendengar. Tidak hanya tugas script writer sebagai peracik kata-kata baik itu script siaran secara global atau dalam hal pembacaan berita dan informasi. Tapi juga penyiar haruslah sudah bisa membawakan program siaran secara dadakan dan diluar skript. Tentunya dengan tidak keluar dari jalur atau point-point dari skrip yang sudah dibuat.

Masih ada anggapan pada mindset para pendengar, bahwa penyiar itu serba tahu dan dia paling update dalam segala hal macam informasi. Mungkin tidak harus mendetail, tapi minimal tahu apa yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat saat ini. Jadi nanti ketika harus mewawancarai narasumber dalam acara talkshow, ketika mengomentari suatu isu/berita atau mungkin ketika berinteraktif dengan pendengar secara langsung itu akan nyambung dan tidak gagap. Sangatlah malu, jika kita ditertawakan pendengar atau dianggap sebagai penyiar yang tidak bermutu hanya karena misal tidak tahu istilah “kekinian” atau isu-isu yang saat ini sedang berkembang. Soo.. teruslah belajar, banyak membaca buku, majalah, surat kabar atau artikel di internet yang itu akan membuka cakrawala kita dan akan mendukung kita sebagai penyiar yang sukses.

3. Rendah hati dan tidak sombong

Penyiar bisa dikatakan sebagai public figur, walau mungkin kita tidak sebagai seorang penyiar di stasiun radio besar. Tapi sudah pasti kita kita nanti akan bertemu dengan fans, pendengar, narasumber dan juga pihak-pihak luar lainnya. Nah, tentunya sebagai penyiar kita tidak hanya dituntut untuk selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong di saat siaran, tapi juga di dunia nyata kita harus lebih menampakkan sikap yang positif tersebut. Jika seorang penyiar sudah memiliki sikap yang positif maka tentu orang lain yang sering bersinggungan dengan kita akan menempatkan kita pada posisi yang baik.

4. Selalu bersikap jujur dan menjaga lisan

Penyiar yang baik dia akan selalu jujur dan tidak membohongi pendengarnya. Ini berkaitan dengan apa yang diucapkan penyiar dalam kegiatan siarannya. Tentunya tidak etis penyiar beropini negatif, mengeluarkan statemen seenaknya, menyebarkan berita dan informasi hoax dan yang semisalnya. Jika seorang penyiar selalu jujur dalam segala hal, tidak hanya saat siaran saja maka hal ini akan menjadi nilai lebih yang akan mengangkat citra positif si penyiar itu sendiri.

5. Menjaga citra stasiun radio

Hal ini memang wajib untuk semua kru radio. Tapi ketika seorang penyiar menjadi orang terdepan yang diperhatikan oleh pendengarnya maka jangan sampai penyiar melakukan hal-hal yang negatif yang bisa merusak citra stasiun radio yang dia berada di dalamnya. Sebenarnya hal ini berkaitan dengan beberapa hal sebelumnya, misal ketika penyiar bersikap sombong, seringkali mengeluarkan statemen yang keliru, berkata-kata kasar, sering berbohong, memfitnah, melakukan tindakan kriminal terutama ketika dia berada di luar studio dan menjadi perhatian masryarakat dan langsung menjadi citra negatif bagi dirinya dan juga stasiun radionya.

6. Menjaga penampilan

Saat ini radio tidak hanya didengarkan audionya saja. Tapi dengan adanya konvergensi media, radio saat ini juga seringkali bergandengan dengan televisi. Walau bukan dengan versi televisi sebagaimana yang kita ketahui di pesawat televisi. Tapi dengan adanya internet, berbagai program radio bisa juga di “LIVE” kan di media sosial, semisal facebook, youtube, instagram atau TV streaming. Jadi tentunya tidak etis juga jika seorang penyiar misal ketika siaran tidak mandi atau bahkan tidak ganti baju terlebih dulu.

Menjaga penampilan itu sangat penting. Dan so pasti tidak nyaman kan jika seorang penyiar siaran dalam kondisi belum mandi atau bahkan belum ganti pakaian. Belum lagi jika kita siaran bersama penyiar lain atau bahkan dengan narasumber yang diundang untuk hadir di studio. Dengan menjaga penampilan, maka seorang penyiar berusaha untuk bisa menghargai dirinya dan tentunya akan juga dihargai dengan orang lain.

Masih banyak sikap positif lain yang bisa dimiliki oleh seorang penyiar untuk menjadi profesional. Tantunya dengan terus berusaha memperbaiki diri, minimal kita mulai belajar untuk menjadi penyiar yang sukses.

Demikian, semoga bermanfaat.

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>