Cara melatih Penyiar baru untuk radio dakwah

melatih penyiar baru

Radio dakwah saat ini memang menjadi sebuah trend tersendiri. Di saat radio-radio dalam format musik/umum banyak yang gulung tikar atau diakuisisikan, justru radio dalam format dakwah terus berkembang dan menjadi fenomena tersendiri. Memang sih baru sebagian saja yang sudah mengantongi izin resmi. Tapi hampir di setiap daerah bisa dipastikan ada radio dakwah yang mengudara.

Dari format siaran, radio dakwah memang mempunyai ciri khas tersendiri. Itu bisa dilihat dari seberapa variatif susunan acara per harinya. Ada yang mengusung format dakwah ala pesantren, yakni hanya menyajikan full siaran alquran dan pembahasan kitab-kitab karya para ulama. Tapi juga ada radio dakwah yang mengusul all in one chanel. Dalam artian masih mengusung hiburan qurani dan penyajian kajian dan seputar dakwah Islam, tapi dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan nilai dakwah yang dikandungnya.

Nah, dari sisi penyiarnya sendiri memang tidak main-main ya dan asal sembarang ngomong. Karena minimal seorang penyiar di radio dakwah itu memiliki bacaan al-Quran yang lumayan baik dan benar, kalau bisa hafalannya juga bagus. Ditambah pengetahuan dan seputar wawasan keIslaman yang mumpuni. Malu dong kan kalau seorang penyiar radio dakwah tapi dia sendiri tidak tahu apa yang sedang dia sampaikan. Bisa-bisa salah dalam menyimpulkan dan jadi terjerembab dalam hukum berbicara tanpa ilmu. Ngeri deh!

Maka dari itu, memang selain ada seleksi untuk para penyiar radio dakwah. Menjadi penyiar radio dakwah sepertinya banyak yang masih takut dan ragu-ragu. Walau sebenarnya jika mau berniat untuk belajar, bisa koq menjadi seorang penyiar radio dakwah yang handal.

Lalu, bagaimana cara untuk melatih / trainning para penyiar baru ini? Yuk kita simak langkah-langkahnya!

  1. Pastikan calon penyiar memang sudah hasil seleksi yang baik. Dalam artian memang sudah ditest segala sesuatunya. Dan jangan lupa kualitas suaranya juga harus diperhitungkan. Jangan malu-maluin juga kan ya  kalau suaranya kurang bagus gitu..
  2. Beri mereka jobdesc yang jelas dan beri penjelasan yang segamblang-gamblangnya tentang pekerjaan penyiar itu apa aja.
  3. Kenalkan perangkat siar dengan lengkap dan beri tahu bagaimana cara memperbaikinya jika dalam kondisi darurat.
  4. Cobalah terlebih dulu seorang penyiar pemula untuk mengetahui kualitas suara dengan belajar siaran dengan direkam terlebih dulu, bisa dibantu dengan tim produksi atau memakai hape juga bisa.
  5. Setelah itu evaluasi hasil rekaman tersebut untuk diberikan catatan dan bisa untuk dipetakan nanti dalam program apa saja penyiar baru ini akan ditempatkan.
  6. Jangan lupa untuk siapkan skrip siaran jika memang penyiarnya benar-benar baru sehingga dia bisa belajar membuka siaran dengan membaca skripnya terlebih dulu.
  7. Mulailah belajar dengan menghantarkan atau membuka dan menutup program acara yang mudah terlebih dulu. Setelah mulai lancar bisa untuk acara yang ada interaktifnya, tapi jangan langsung ditinggal sendiri tapi bisa dengan dua penyiar jadi dia terlalu grogi dan sebagai penyeimbang dulu.
  8. Terus pantau perkembangan performa penyiar baru. Selama minimal 1 bulan terus dampingi penyiar baru dalam seluruh kegiatan siaran. Setelah dirasa sudah mulai lancar, bisa dimulai untuk siaran sendiri namun tetap ditemani. Jadi ketika ada yang salah-salah bisa langsung dikoreksi.
  9. Selama 3 bulan terus dipantau dan dievaluasi. Jika setelah 3 bulan mulai lancar dan lebih luwes maka dia telah lulus untuk jadi penyiar tetap.
  10. Motivasi terus penyiar baru untuk upgrade skill siaran. Bisa melalui artikel atau tutorial di youtube.

Demikianlah beberapa tips untuk melatih penyiar baru dalam masa percobaan atau trainning. Semoga bermanfaat!

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>