Perbedaan Komisaris, Direktur, General Manager, dan Manager Station Radio

manager radio

Struktur organisasi dalam sebuah stasiun radio terkadang tidak sama antara satu stasiun radio dengan stasiun radio lainnya. Terutama dalam tingkatan atas dalam tahapan manajemen.

Dalam struktur organisasi radio, kita sering mengenal istilah Komisaris, Direktur Utama, Direktur, General Manager, Manager Station dan Manager Program. Jabatan tersebut memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam sebuah stasiun radio, walau pada realitanya  struktur organisasi tersebut tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan Sumber Daya Manusia mengingat efisiensi yang mungkin diterapkan oleh pimpinan tertinggi.

Baiklah, kita akan mencoba memaparkan beberapa istilah dalam struktur organisasi  yang ada  di sebuah stasiun radio satu persatu. Mungkin secara definisi, fungsi dan tanggung jawabnya bisa jadi tidak sama persis dengan konteks yang sudah baku namun setidaknya mewakili dari penjabaran umum yang sudah ada.

Komisaris.

Memiliki fungsi sebagai pimpinan atau pengawas tertinggi dalam perusahaan yang bertanggung jawab mengawasi atas kelancaran serta kesehatan keuangan perusahaan. Komisaris merupakan jabatan tertinggi dalam perusahaan dan bisa juga sebagai pemilik perusahaan/pemilik saham, bekerjasama dengan Direksi dan bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan serta membawahi bawahan secara efektif.

Tanggung Jawab :

  1. Mengawasi jalannya perusahaan secara berkala, serta mempunyai kewajiban untuk mengevaluasi tentang hasil yang diperoleh perusahaan.
  2. Menentukan siapa yang menjadi Direktur.
  3. Menyetujui planning yang akan di ajukan oleh Direktur.
  4. Memberikan masukan-masukan yang berguna bagi perusahaan.

Direktur Utama dan Direktur

Sebenarnya keberadaan Direktur Utama dan Direktur dalam struktur organisasi Radio bergantung pula pada kebutuhan perusahan akan jabatan tersebut.

Menurut Wikipedia, Direktur Utama (Dirut) atau Presiden Direktur (Presdir) (untuk Presdir sudah jarang digunakan) (Inggris Amerika: CEO/Pejabat eksekutif tertinggi, Inggris Britania: MD/direktur pelaksana), (Inggris Amerika: ED/direktur eksekutif, Inggris Britania: CE/eksekutif tertinggi) adalah jenjang tertinggi dalam perusahaan (eksekutif) atau administrator yang diberi tanggung jawab untuk mengatur keseluruhan suatu organisasi. Seseorang yang ditunjuk sebagai CEO dalam sebuah korporasi, perusahaan, organisasi, atau lembaga biasanya melapor pada dewan direktur.

Tugas seorang CEO (chief executive officer; Amerika Serikat) atau MD (managing director; Britania Raya) perusahaan ditetapkan oleh dewan direktur atau otoritas organisasi lain, tergantung struktur hukum organisasi. Tugas mereka bisa luas atau terbatas dan biasanya diutamakan dalam delegasi otoritas formal..

Umumnya, CEO/MD bertugas sebagai seorang komunikator, pengambil keputusan, pemimpin, pengelola (manajer), dan eksekutor. Peran komunikator melibatkan pers dan seisi dunia luar, serta manajemen dan karyawan organisasi; peran pengambil keputusan mencakup keputusan tingkat tinggi tserkait kebijakan dan strategi. Sebagai pemimpin, CEO/MD memberi saran kepada dewan direktur, memotivasi karyawan, dan menggerakkan perubahan dalam organisasi. Sebagai manajer, CEO/MD mengawasi operasi organisasi setiap hari, bulan, dan tahun.

Adapun Direktur (dalam jumlah jamak disebut Dewan Direktur) adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin Perseroan terbatas (PT). Direktur dapat seseorang yang memiliki perusahaan tersebut atau orang profesional yang ditunjuk oleh pemilik usaha untuk menjalankan dan memimpin perseroan terbatas. Penyebutan direktur dapat bermacam-macam, yaitu dewan manager, dewan gubernur, atau dewan eksekutif.

Di Indonesia pengaturan terhadap direktur terdapat dalam UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dijabarkan fungsi, wewenang, dan tanggung jawab direksi.
Seorang direktur atau dewan direksi dalam jumlah direktur dalam suatu perusahaan (minimal satu), yang dapat dicalonkan sebagai direktur, dan cara pemilihan direktur ditetapkan dalam anggaran dasar perusahaan. Pada umumnya direktur memiliki tugas antara lain:

  1. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan.
  2. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manajer).
  3. Menyetujui anggaran tahunan perusahaan.
  4. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan.

Tanggung jawab dari direktur kepada pihak ketiga dan hukum ditentukan dari jenis perusahaan yang didirikan (Firma, Persekutuan Komanditer (CV), atau Perseroan Terbatas (PT)).

Dalam sebuah stasiun radio, keberadaan Direktur Utama dan Direktur bergantung kepada kebutuhan dan kebijakan pimpinan tertinggi atau pemilik perusahaan. Jika dalam sebuah perusahaan dengan cakupan yang lebih besar, bisa saja terdapat Direktur Utama dan Direktur. Namun dalam sebuah perusahaan yang kecil sebagai contoh stasiun Radio yang berada di Kota Kecil mungkin bisa saja Jabatan Direktur atau General Manager sudah mencukupi, bahkan jabatan Direktur bisa saja sekaligus merangkap sebagai Manager Station.

General Manager dan Manager Station

General Manager biasanya membawahi tiap manager-manager dari tiap departemen/divisi yang ada dalam sebuah perusahaan. Adapun Manager Station membawahi tiap-tiap departemen/divisi yang ada dalam sebuah stasiun radio.

General Manager mempunyai tanggung jawab menyusun rencana kerja stasiun penyiaran radio, baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Selain itu mengarahkan dan mengelola pengembangan dan penerapan rencana kerja sekaligus mengawasi, mengevaluasi kerja stasiun penyiaran radio secara menyeluruh untuk memenuhi pencapaian sasaran pendengar dan sasaran penjualan dengan memperhatikan efektivitas operasional stasiun penyiaran radio.

Adapun Manager Station memiliki fungsi untuk memimpin dan mengkoordinir semua proses administrasi dan jalannya siaran.

Tanggung Jawab Station Manager :

  1. Bertanggung jawab secara penuh kepada Direktur.
  2. Menyampaikan laporan seluruh aktivitas perusahaan setidaknya setiap bulan kepada Direktur.
  3. Dalam menjalankan program siaran radio, Station Manager harus dapat mempertanggung jawabkannya baik secara hukum maupun dihadapan Direktur dan Komisaris.
  4. Dalam menjalankan tugasnya, Station Manager mempunyai wewenang penuh dalam pengambilan keputusan dan kebijakan terutama dalam hal kepenyiaran.
  5. Demi keamanan dan menjaga stabilitas, Station Manager mempunyai wewenang penuh melakukan penghentian siaran tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan Direktur.
  6. Untuk memperkuat posisioning perusahaan, Station Manager harus dapat menjaga hubungan baik dengan stake holder (pemerintah, relasi bisnis, masyarakat, tokoh masyarakat, akademisi dan karyawan).
  7. Station Manager harus menyusun, merencanakan program yang tepat dan relevan sesuai dengan target perusahaan, dalam hal ini target pendengar radio.
  8. Agar koordinasi di semua bagian dapat berjalan dengan baik, Station Manager harus melakukan rapat atau pertemuan yang dilaksanakan minimal seminggu sekali.
  9. Station Manager bertanggung jawab penuh segala bentuk administrasi, terutama yang berkenaan dengan arsip dan dokumentasi surat penting lainnya.
  10. Station Manager diwajibkan membawakan pogram siaran sesuai dengan jadwal dan terikat dalam aturan siaran
  11. Mengatasi permasalahan yang terjadi di luar perencanaan atau perubahan yang terjadi di luar kontrol; misal konflik yang terjadi antar divisi.
  12. Menjadi sumber berita; memberitahukan informasi yang didapat dari luar kepada para karyawan.
  13. Mengarahkan para karyawan untuk melaksanakan tugas mereka dengan antusias dan efektif.

Seperti halnya keberadaan Direktur Utama dan Direktur, keberadaan General Manager juga terkadang diidentikan sebagai pimpinan tertinggi bahkan bisa jadi sebagai pemilik stasiun radio (owner). Namun untuk Manager Station sendiri keberadaannya memang lebih spesifik dengan tugas dan tanggung jawabnya sendiri.

Jika keberadaan Direktur/General Manager dalam sebuah stasiun radio mencakup tugas dan wewenang yang lebih besar dalam pengelolaan keseluruhan ruang lingkup yang ada dalam perusahaan dan banyak berhubungan dengan pihak luar, maka Direktur/General Manager bisa menunjuk Manager Station untuk cakupan internal yang bertanggung jawab di dalam stasiun radio itu sendiri yang mengurus keseluruhan jalannya siaran dan seluruh kegiatan di dalamnya.

Nah, demikianlah penjelasan singkat mengenai perbedaan diantara Komisaris, Direktur Utama, Direktur, General Manager dan Manager Station. Semoga menambah wawasan kita tentang struktur organisasi dalam tingkat manajemen dalam sebuah perusahaan atau stasiun radio.

Salam.

managerRadio.com

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

2 Responses to “Perbedaan Komisaris, Direktur, General Manager, dan Manager Station Radio”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>