Petunjuk Mekanisme Penyiaran Radio Dakwah Islam

pedoman mekanisme penyiaran

Radio Dakwah Islam saat ini sudah banyak tersebar hampir di setiap daerah di Indonesia. Ada yang masih berada di jalur radio komunitas dan Alhamdulillah ada juga beberapanya yang sudah resmi mendapatkan perizinan mengudara di jalur swasta/radio komersial sehingga bisa mengudara dengan jangkauan yang lebih luas lagi.

Tidak bisa disangsikan lagi bahwa di dalam menjalankan kegiatan siaran kita di radio, penting sekali bagi sebuah stasiun radio untuk memperhatikan pedoman mekanisme siaran. Ini tentunya bertujuan agar siaran kita tidak hanya berjalan dengan lancar, tepat waktu, dan diterima dengan baik oleh pendengar namun juga kita tidak mencoba melanggar aturan kepenyiaran yang telah ditentukan khususnya oleh pemerintah kita.

Seringkali dalam kegiatan siaran di stasiun radio dakwah Islam, ketika dalam penyampaian materi siaran terjadi bentuk pelanggaran aturan kepenyiaran yang seringnya tidak disadari baik oleh penyiar/narasumber atau seluruh kru dikarenakan kurangnya memahami aturan kepenyiaran yang ada sehingga menimbulkan antipati masyarakat karena metode penyampaian yang tidak tepat walau itu dalam rangka menyampaikan dakwah kepada masyarakat. Nah untuk itu, mari kita simak beberapa pedoman mekanisme penyiaran yang pernah kami susun di bawah ini. Tentunya pedoman mekanisme penyiaran ini belum sempurna dan bisa saja ditambah dengan beberapa pedoman lain disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing stasiun radio.

CONTOH PEDOMAN MEKANISME PENYIARAN

  1. Perencanaan Siaran disusun oleh Divisi Siaran dan Program Acara satu pekan sebelum masa habis siaran dan lima hari sebelum rapat siaran.
  2. Siaran dilaksanakan atas rekomendasi hasil rapat siaran yang terdiri dari : Direktur, Sekretaris, bidang Dakwah  dan komisaris,.
  3. Pelaksana siaran / Penyiar berhak mengimprovisasikan penghantaran siaran dengan ketentuan sebagai berikut :
  4. Improvisasi dan gaya bahasa yang didasari ilmu:
  5. Sesuai syari’at Islam dengan berdasarkan kepada Al Quran dan Assunnah sesuai pemahaman Salafusholih.
  6. Sopan dan sesuai etika masyarakat;
  7. Bahasa yang fleksibel dan tidak kaku;
  8. Menjaga nama baik lembaga penyiaran;
  9. Tidak bertentangan dengan undang undang penyiaran dan pedoman penyiaran KPI Pusat diantaranya ( tidak memprovakasi masa utk menyerang pemerintah, mencemarkan nama baik perorangan/ lembaga / siapapun, tidak menimbulkan kekacauan SARA, dll );
  10. Mengetahui keadaan, informasi dan kondisi audiens;
  11. Penyiar wajib menyodorkan kesepakatan siaran ( terlampir ) kepada pengisi acara agar dibaca, difahami, dan siap melaksanakan kesepakatan siaran dengan membubuhkan tanda tangan pengisi acara ).
  12. Program siaran ( yang telah disepakati rapat siaran ) menjadi tangggung jawab direktur/Manager Station.
  13. Bilamana penyiar memandang ada keadaan yang mendesak untuk dilakukan perubahan atau pemberhentian siaran maka harus dilaporkan dan diajukan segera kepada Divisi Siaran dan Program Acara untuk kemudian ditindaklanjuti kepada manajer stasiun;
  14. Bilamana penyiar memandang jelas – jelas ada kesalahan fatal yang bertentangan dengan pedoman mekanisme ini dan atau surat kesepakatan siaran untuk pengisi acara pada saat siaran berlangsung dapat dilakukan tindakan yang cepat dan tepat secara langsung oleh penyiar kemudian diberitahukan kepada Divisi Siaran dan Program Acara;
  15. Bila penyiar menerima komplain, maka komplain tersebut diarahkan kepada Divisi Siaran dan acara, Manajer Stasiun kemudian ditindaklanjuti kepada Direktur;

Demikian contoh pedoman mekanisme penyiaran radio, terkhusus untuk radio dakwah islami yang bisa kami share untuk Anda. Semoga bermanfaat.

courtesy image http://www.maryannsullivanvoice.com/bio.html

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>