Strategi Pemenuhan Biaya Operasional Bagi Radio Dakwah

kebutuhan operasional radio dakwah

Trend perkembangan bisnis radio pada akhir-akhir ini memang kurang cukup signifikan, dikarenakan sudah bergesernya trend masyarakat dalam mendengarkan radio tidak seperti 10-20 tahun yang lalu (menurut hasil pengamatan admin). Radio memang identik dengan alternatif hiburan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. Di jaman sekarang ini,  sudah terlihat jarang antusiasme masyarakat dalam mendengarkan radio dikarenakan sudah banyak alternatif hiburan lainnya yang mungkin lebih menarik dan variatif. Apalagi dengan internet yang saat ini sudah semakin mudah diakses, orang banyak beralih sibuk dengan medsos, streaming youtube atau mengunduh berbagai file audio yang mereka inginkan dan memutarnya di mp3 player atau handphone.

Tantangan bagi stasiun radio memang sangatlah berat. Tidak sedikit stasiun radio terutama di kota-kota kecil yang sudah tidak bisa eksis lagi, mereka tumbang satu persatu bahkan banyak pula yang dijual karena sudah tidak bisa lagi memenuhi biaya operasional yang tidak sedikit.

Dalam postingan ini saya akan fokus membahas tentang bagaimana strategi pemenuhan biaya operasional bagi Radio Dakwah. Kebetulan Radio Kita FM Cirebon juga memiliki format sebagai radio dakwah.

Sebenarnya radio dakwah bisa dikategorikan dalam radio komunitas. Tapi seiring perkembangan dakwah yang saat ini sudah meluas. Radio swasta juga bisa jalan dalam format siaran dakwah. Dan dari nilai-nilai dakwah ini ternyata bisa menjadi sebab bagi sebuah stasiun radio dalam melebarkan sayap bisnisnya. Ini tidak saya katakan sebagai dakwah untuk bisnis. Tapi di jaman ini banyak sekali orang yang memiliki animo dan antuasiasme dalam mendengarkan konten-konten dakwah. Dari konten siaran yang bernilai islami dan bermuatan dakwah ini,  tentunya stasiun radio akan mendapatkan feedback dari para pendengar dengan keaktifan dan keikutsertaan mereka dalam program-program kita, baik program on air ataupun program offair.

Nah, dari sinilah tentunya akan menciptakan sebuah nilai jual bagi stasiun radio tersebut sehingga mereka memiliki peluang yang sangat besar untuk menjaring para pengiklan yang akan memasarkan produk ataupun jasa mereka di radio kita. Dan walaupun sebuah radio memiliki format dakwah dalam siarannya, mereka tidak akan tertutup untuk bisa membuka peluang iklan seluas-luasnya. Banyak penjual busana muslim, toko dan produsen herbal, toko buku islami, penerbit buku, agen travel haji dan umroh, property syariah, koperasi dan bank syariah, sekolah Islam, belum lagi dari masyarakat umum yang ingin membuat image branding untuk produk/jasa yang mereka tawarkan juga bisa dengan memasang iklan di radio kita baik itu dengan cara iklan spot, adlibs, sponshorsip atau melalui talkshow.

OK, radio dakwah selama ini memang identik dengan radio yang selalu mendapat sokongan dan dukungan dari para donatur yang mereka memiliki semangat untuk membantu dakwah. Tapi tentunya tidak selamanya sebuah radio dakwah akan selalu bergantung dengan donasi. Sebuah radio dakwah harus bisa mandiri secara finansial. Sehingga mereka akan terus survive sampai kapanpun.

Karena tentunya donasi ini sifatnya fluktuatif. Bisa tetap, bertambah atau bisa saja berkurang sesuai dengan semangat para donatur. Jikalaupun radio kita masih menerima donasi, tetapi ketika kita sudah mandiri secara finansial tentunya kita akan merasa tenang dan tidak akan memiliki ketergantungan dengan donasi dari pada donatur.

Nah selain dari menarik pemasukan dari sisi iklan dan donasi. Tentunya radio dakwah bisa juga membuat program offair yang nantinya akan menghasilkan pemasukan, baik itu dengan membuat program seminar, bedah buku, dan lain-lainnya.

Radio dakwah juga bisa membuat tim usaha dengan menjual produk dan jasa. Misal bekerjasama dengan penerbit dengan menjual buku islami, bekerjasama dengan produsen dan toko herbal untuk menjual herbal, menjual pemasangan parabola dakwah, mengadakan jasa paket pelaksanaan pernikahan secara syar’i, menjadi agen travel haji dan umroh dan juga yang lainnya.

Nah demikianlah secara singkat strategi pemenuhan kebutuhan operasional bagi sebuah stasiun radio dakwah. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kemudahan bagi kita dan dakwah. Aamiin.

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>