Cara Menyikapi Kru Penyiar yang Resign

535484980

Resign dari satu pekerjaan memang sah-sah saja, jika memang itu pilihan yang terbaik dan sudah dilakukan dengan prosedur yang benar.

Bagi sebagian perusahaan radio, di zaman sekarang ini cukup sulit untuk menjaga asset berupa karyawan yang loyal dan mau menerima apa adanya. Apalagi di tengah kondisi finansial sebagian radio yang mulai galau. Yang ada bukannya merekrut karyawan baru, tapi malah merampingkan jumlah karyawan hehe. Ironi memang kan?

Penyiar, merupakan salah satu kru radio yang cukup vital. Setiap bagian dalam perusahaan radio memang penting dan saling mendukung untuk menuju kesuksesan sebuah radio dalam segala hal. Namun, karena penyiar merupakan yang terdepan dimana suaranya lah yang akan didengar secara langsung maka keberadaan penyiar tidak bisa dianggap main-main.

Dulu, eksistensi penyiar radio patutlah diacungkan jempol. Saya aja sangat asik kalau dengerin radio, dan seneng banget kalau atensi saya dibacakan sama penyiarnya hehe.

Namun, seiring waktu eksistensi penyiar radio semakin menurun. Tapi tidak semua sih, masih ada yang menjaga image penyiar itu sama dengan artis. Kalau di kota besar, memang iya sih artis-artis itu mereka siaran di radio! Entah berapa bayaran per jamnya hehe.

Nah, ketika ikut seminar kemarin. Banyak keluhan, sulit di jaman ini mencari seorang penyiar radio. Mungkin orang jaman sekarang lebih familiar dengan Youtubers ya dibanding radio announcer. Kalau jadi youtubers, bisa jadi artis plus dapat duit.. kalau siaran di radio, suaranya doang yang dipake! Walau sekarang radio juga mulai berinovasi sih dengan live video juga jadi penyiarnya keliatan gitu pas siaran. Waduh ketahuan deh gue aslinya kaya gimana hehe.

Soo.. di tengah suasana perekrutan penyiar yang bikin galau. Apalagi untuk radio dakwah yang ada beberapa syarat lain yang harus dipenuhi, selain komunikatif dan suarannya bagus. Yaitu setidaknya memiliki keilmuan dan wawasan keIslaman yang luas dan juga minimal bagus ketika membaca ayat alquran atau hadits. Jangan belepotan dan malu-maluin. Ini nih yang bikin orang jadi segen untuk ngelamar jadi penyiar radio dakwah.

Idealnya, bagus sih sebuah radio punya banyak penyiar. Jadi nanti formatnya setiap program akan identik dengan satu atau penyiar tertentu. Ini bagusnya untuk menjaga kekonsistenan sebuah program acara. Kan gak enak juga ya kalau di satu program tiap kali live penyiarnya beda-beda. Lebih enak memang satu program satu penyiar tetap. Tapi.. apa gak repot ya kalau program nya banyak terus penyiarnya harus sama jumlahnya dengan banyak programnya. Yang ada bingung deh ngatur jadwalnya dan ngebayar gajinya hehe.

Jadi.. Untuk radio yang masih berkembang terutama untuk radio dakwah. Bisa juga dengan menggunakan dua penyiar tetap untuk dua shift. Karena biasanya radio akan mulai live sekitar pukul 5.30 pagi sampai maksimal 24.00 malam hari. So.. akan ada dua shift dengan dua penyiar tetap. Tapi sebenarnya kalau mentok 2 penyiar juga kurang. Karena kalau misal nanti ada penyiar yang izin entah sakit atau yang lainnya maka tidak ada pengganti dan jadwal siaran akan kacau deh.

Lalu bagaimana jika ada penyiar yang resign? Masalah juga ya hehe. Maka dari itu solusinya selain harus ada 2 penyiar tetap, juga ada manajer siaran / programmer yang juga bisa back up jadi penyiar. Atau kru-kru lain yang memang bisa dikasi slot buat siaran 1-2 jam.

Ini dalam kondisi darurat ya, bagusnya sih kalau ada penyiar yang resign harus cari ganti lagi. Kalau harus ditrainning lagi yaa..resiko deh yang paling penting selain di trainning tapi juga di doktrin agar punya jiwa patriotisme dan loyalitas tinggi untuk sama-sama bisa mensukseksan radio.

Salam sukses radio

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>