Rahasia Kekuatan Radio Dakwah di Indonesia

rd

Hai, Assalamu’alaikum sobat MR.. Semoga Anda baik-baik saja. Aamiin.

Seperti yang kita ketahui, di zaman sekarang ini keberadaan radio dakwah cukup dikenal di masyarakat luas. Mungkin di tengah menurunnya minat masyarakat untuk mendengarkan radio saat ini. Dan tidak sedikit stasiun radio yang colaps dan bahkan hingga menjual saham-saham berikut assetnya. Koq bisa gitu ya, banyak lembaga dakwah di Indonesia yang berlomba untuk mendirikan radio atau bahkan malah mengakuisisi radio lain. Padahal tidak sedikit stasiun radio yang memasang nilai yang cukup fantastis ketika mereka menawarkan untuk diakuisisi. Saat ini biasanya sudah di atas 1 M.

Walau begitu, lembaga dakwah dengan dukungan donasi dari kaum muslimin baik itu yang berasal dari donatur yang tetap ataupun tidak tetap. Mereka seolah mendapatkan angin segar untuk bisa melebarkan sayap dalam berdakwah melalui media. Salah satunya adalah dengan mendirikan stasiun radio yang isi siarannya khusus bermuatan dakwah.

Di antara sekian banyak stasiun radio dakwah, memang ada yang sudah dikelola secara professional dan mandiri. Yaitu dalam artian, mereka sudah bisa bersaing dan survive tanpa dibayang-bayangi atau berada dalam naungan yayasan dakwah. Tapi sebenarnya masih banyak juga radio dakwah yang keberadaannya hanya pelengkap saja dari suatu lembaaga/yayasan dakwah sehingga banyak yang stagnan bahkan mengalami kemunduran akibat tidak dikelola secara professional.

Selain dari masalah SDM, ternyata hambatan dari sisi finansial juga menjadi sebuah sorotan tajam bagi setiap pengelola radio dakwah. Banyak yang mengeluhkan susahnya mereka survive karena jika status radio dakwah tersebut masih dalam kelompok radio komunitas (LPK/Lembaga Penyiaran Komunitas), maka mereka tidak boleh beriklan komersial dan juga daya jangkau siarannya kurang begitu luas. Namun, apabila bisa masuk ke jalur swasta (LPS/Lembaga Penyiaran Swasta) pun ketika tidak bisa mandiri secara operasional maka ke depan akan terkatung-katung pula karena jujur saja biaya operasional radio juga saat ini tidak sedikit.

Lalu, bagaimana solusi dari semua ini? Ternayat tidak sedikit radio dakwah yang membuka donasi untuk pemenuhan operasional bulanan mereka. Ada yang bagus dalam pengelolaan donasinya sehingga bisa menjaring banyak donatur dan bisa setidaknya menutupi semua kebutuhan operasionalnya. Bahkan mungkin bisa saja, hanya dari donasi..sebuah radio dakwah tidak hanya bisa survive tapi juga memperoleh surplus sehingga bisa dialokasikan untuk pembelian alat, atau untuk membuat kegiatan2 lainnya.

Nah, inilah sebenarnya rahasia mengapa radio dakwah bisa tetap eksis! Tidak seperti radio-radio umum yang sifatnya hanya menyajikan hiburan berupa musik-musik semata. Radio dakwah secara tidak langsung menciptakan komunitas pendengar yang tidak sedikit merupakan pendengar setia atau fanatik. Sebut saja salah satunya Radio Rodja, Radio dakwah yang berdomisili di Cileungsi, Bogor ini tidak hanya dikenal di Jabodetabek tapi seluruh Indonesia. Terutama ketika juga tersedia tidak hanya di jalur frekuensi AM/FM tapi juga melalui streaming internet dan satelit sehingga menjaring begitu banyak pendengar setia dimana-mana.

Lalu, apakah selamanya Radio Dakwah akan mengandalkan hanya dari donasi saja? Hmm.. tentu tidak. Ada juga Radio Dakwah yang sudah berada di jalur swasta yang selain tetap menjaring donasi, mereka juga menerima iklan komersial berupa spot, adlibs, atau dalam bentuk talkshow. Atau membuat event-event offair dan berjualan merchandise, buku Islami, travel umroh dll.

Tapi sebenarnya, kekuatan radio dakwah adalah dari sisi muatan kontennya lho!. Di tengah banyaknya kegalauan masyarakat akan berbagai masalah duniawi. Mereka justru banyak yang semakin tersadarkan dengan adanya siaran dari radio-radio dakwah ini. Geliat hijrah juga seakan menjadi trend tersendiri akhir-akhir ini. Sehingga, tidak sedikit akhirnya mereka menjadi suka dan beralih untuk mendengarkan terus radio dakwah dan bersemangat pula membantu penyebaran dakwah melalui radio ini yaitu dengan cara membantu operasional rutin dari stasiun radio dakwah yang mereka dengarkan.

Jadi, tidak semata-mata pendengar  tertarik begitu saja untuk berdonasi atau bahkan dipaksa untuk memberikan infak kepada Radio dakwah, tapi memang ini merupakan murni dari ketulusan kaum muslimin terutama para pendengar yang terketuk hatinya dan merasa nyaman dengan kehadiran stasiun radio dakwah yang setia menemani kehidupan mereka sehari-hari. Sehingga ketika ada seruan untuk berinfak di jalan Allah, mereka pun dengan bersemangat menyambutnya untuk membantu setiap program yang diselenggarakan oleh stasiun radio dakwah favoritnya.

Untuk para pengelola radio dakwah, tentunya diperlukan keikhlasan dalam menjalankan amanah ini. Sehingga ketika dalam perjalanannya mengelola radio dakwah, senantiasa selalu memiliki tujuan mencari ridho Allah semata dan senantiasa menyandarkan diri kepada-Nya yang dimana Allah pasti akan menolong para hamba-Nya ketika para hamba ini konsisten dalam menolong agama Allah yaitu dengan dakwah yaitu mengajak manusia kepada jalan kebenaran dan memperingatkan manusia dari jalan yang tidak benar/sesat.

Hmm.. berat ya sob! Hehe.. tapi inilah realita dari keberadaan radio dakwah saat ini. Semoga sukses selalu untuk semua radio dakwah yang ada di Indonesia dan tetap semangat dalam menyampaikan siaran dakwahnya kepada seluruh masyarakat sehingga tercipta kehidupan Islami yang hakiki Aamiin.

Source gambar: Youtube Surau TV

The following two tabs change content below.
ManageRadio.Com merupakan website yang fokus kepada konten mengenai management radio dan perkembangan dunia broadcast radio hingga saat ini. Ingin kontribusi disini? Silakan kontak email: hanzamzevian@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>